Khawatir Muncul Klaster Baru dari OTG, Wisata di Kabupaten Mojokerto Masih Tutup - Line News Today

Jumat, 05 Juni 2020

Khawatir Muncul Klaster Baru dari OTG, Wisata di Kabupaten Mojokerto Masih Tutup

Kadispora Kabupaten Mojokerto Saat Kunjungan di Candi Brahu Kec Trowulan

Line news today-(Mojokerto) - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto saat ini masih menunggu evaluasi terkait dibukanya kembali wisata di Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, sejak ditutup pada 17 Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19 hingga kini belum dibuka kembali. 

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan, sampai saat ini wisata di Kabupaten Mojokerto baik milik Pemkab Mojokerto maupun swasta masih belum buka. "Kami masih menunggu hasil evaluasi dan petunjuk dari Bapak selaku Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Mojokerto," ungkapnya, Jumat (5/6/2020). 

Evaluasi tersebut terkait pertimbangkan situasi dan kondisi (sikon) penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto dan kabupaten/kota sekitarnya. Tak hanya wisata milik Pemkab Mojokerto saja namun juga wisata yang dikelola pihak swasta masih menunggu evaluasi dan petunjuk Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto. 

"Kalau ngotot buka akan ditutup paksa oleh Satgas Covid-19 yakni TNI/Polri dan Satpol PP. Sampai tri wulan kedua ini, untuk PAD dari sektor pariwisata turun 30 persen sampai 40 persen akibat tutupnya wisata ini. Bukan hanya wisata di Kabupaten Mojokerto, kabupaten/kota yang lain di Jawa Timur juga sama. Sepanjang belum dapat ijin dari pemerintah pusat maka daerah masih tutup," katanya.

Ini lantaran dikhwatirkan ada penyebaran melalui Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga memunculkan klaster baru dari tempat wisata. Namun selama tutup, lanjut mantan Camat Gondang ini, protokol kesehatan tetap dilakukan. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan sarana dan prasarana untuk menyambut new normal. 

Wisata milik Pemkab Mojokerto seperti Wana Wisata Ubalan dan Wana Wisata Air Panas Pasukan  di Kecamatan Pacet, pemandian air terjun Dlundung dan Pertirtaan Jolotundo di Kecamatan Trawas, Waduk Tanjungan di Kecamatan Kemlagi serta Komplek Makam Troloyo di Kecamatan Trowulan ditutup.*(Ker).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda