Terjaring Razia Masker, Puluhan Warga Bersih-bersih Masjid Annur - Line News Today

Kamis, 30 Juli 2020

Terjaring Razia Masker, Puluhan Warga Bersih-bersih Masjid Annur


Para pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi sosial membersihkan Masjid Annur Jalan Empu Nala Kota Mojokerto. 

Line News Today Mojokerto : Razia masker gabungan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Polresta Mojokerto dan Ganisun kembali digelar. Mereka yang terjarin razia masker diberikan sanksi sosial berupa bersih-bersih Masjid Annur di Jalan Empu Nala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. 


Razia masker, Kamis (30/7/2020) kali ini digelar di Alun-alun Kota Mojokerto dan perempatan Pasar Burung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Di Alun-alun, petugas tak menemukan pelanggar protokol kesehatan berupa tak memakai masker sehingga petugas beralih ke perempatan Pasar Burung di Jalan Empu Nala. 

Sebanyak 10 warga terjaring razia masker kali ini. Mereka merupakan pengendara sepeda motor yang dihentikan petugas saat kedapatan tak menggenakan masker saat keluar rumah. Satu diantarnya merupakan perempuan. Ke 10 warga tersebut langsung digiring ke Masjid Annur yang terletak di barat Pasar Burung. 
sanksi sosial membersihkan Masjid Annur
Mereka diminta untuk membersihkan masjid, seperti menyapu lantai masjid, membersihkan toilet dan tempat wudhu. Sebelumnya, mereka diminta menggenakan rompi warna orange bertuliskan 'Pelanggar Protokol Kesehatan'. Ini merupakan sanksi sosial karena telah melanggar Perwali Nomor 55 Tahun 2020.

Kasi Trantib Satpol PP Kota Mojokerto, Mulyono mengatakan, razia masker kali ini berhasil menjaring 10 warga yang tak menggunakan masker saat mengendarai kendaraan roda dua. "Mereka diberikan sanksi sosial bersih-bersih masjid karena telah melanggar protokol kesehatan," ungkapnya, Kamis (30/7/2020). 

Masih kata Mulyono, sanksi sosial bersih-bersih masjid dilakukan selain sebagai bentuk penegakan Perwali Nomor 55 Tahun 2020 juga jelang Hari Raya Idul Adha. Jika diketahui dua kali warga melakukan pelanggaran maka sanksi juga akan semakin berat. Hingga saat ini, lebih dari 50 warga terjaring razia masker. 

"Sejak razia masker mulai tanggal 24 Juli lalu, ada lebih 50 warga yang terjaring razia masker. Rata-rata meraka berasal dari luar Kota Mojokerto. Untuk sanksinya, masih sanksi sosial karena kita juga belum koordinasi dengan DPPKA terkait sanksi Rp200 ribu. Karena nantinya kan masuk kas daerah," tegasnya.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda