Demi Bela Kepala Desa, Ratusan Warga Lebak Jabung Rela Gelar Demo di Kantor Kejari Mojokerto - Line News Today

Senin, 03 Agustus 2020

Demi Bela Kepala Desa, Ratusan Warga Lebak Jabung Rela Gelar Demo di Kantor Kejari Mojokerto

Ratusan Warga Gelas Aksi Demo di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto
Line News Today(Mojokerto): Ratusan warga Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Senin (3/8/2020). Mereka menuntut pencabutan status Kepala Desa Lebak Jabung non aktif, Arif Rahman sebagai tersangka kasus eksploitasi alam. 

Dengan mengendarai enam truk dan satu mobil pick up, warga mendatangi kantor Kejari Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (3/8/2020). Selama tujuh jam, warga menggelar aksi di depan kantor Kejari Kabupaten Mojokerto. 

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Achmad Yani mengatakan, ada lima tuntutan yang dibawa warga Desa Lebak Jabung ke kantor Kejari Kabupaten Mojokerto. "Cabut izin operasional CV Sumber Rejeki di Desa Lebak Jabung, dua perjelas proses hukum tertutup Gusion Cloyal di Selomalang di Polres Mojokerto," ungkapnya.

Aksi Demo Ratusan Warga Lebak Jabung Blokade Gerbang Kantor Kejari Mojokerto

"Ada beberapa hal yang harus kita garis bawahi, diantaranya jaksa juga harus memeriksa para pelapor yang kita duga ada permainan dengan pihak galian C. TKD seluas 2 hektare itu terletak di utara desa dan benar-benar tidak bisa dijadikan lahan produktif sebelum tahun 2014. Air irigasi tidak bisa masuk karena sekelilingnya sudah ditambang, tapi setelah dinormalisasi tahun 2016 menjadi lahan pertanian yang subur," katanya. 

Normalisasi TKD tersebut dilakukan dengan mengeruk bebatuan untuk menurunkan permukaan tanah. Hasil penjualan bebatuan mencapai Rp2 miliar dan dana tersebut kemudian digunakan untuk beberapa dan sudah disepakati bersama warga. Hasil penjualan batu juga dibagikan ke warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Lebak Jabung. 

"Hasil penjualannya, warga yang punya KTP Lebak Jabung diberikan Rp500  ribu per orang serta membuat fasilitas umum. Seperti jalan dan dibelikan tanah untuk TKD. Yang sebelumnya 2 hektar menjadi 3,5 hektar. Tapi Kejari menuduh jika Pak Kades korupsi hasil penjualan batu sehingga ditetapkan sebagai tersangka dan di non-aktif kan," jelasnya. 

Ratusan Warga Lebak Jabnung Rela Gelar Aksi Dibawah Terik Matahari
Padahal, lanjut Yani, uang senilai Rp300 ribu tersebut merupakan hal Kades Lebak Jabung non aktif karena sudah ada kesepakatan dengan warga. Awalnya yang bersangkutan diberikan uang hasil penjualan batu senilai Rp500 juta, namun ditolak karena alasan terlalu banyak. Warga juga mendesak Bupati Mojokerto, Pungkasiadi untuk mengaktifkan kembali Arif Rahman sebagai Kades Lebak Jabung. 

Sementara itu, Kuasa Hukum, Anshorul Huda menambahkan, tim kuasa hukum memutuskan untuk tetap komitmen dengan koridor hukum, mengikuti proses hukum yang dijalankan dan sudah diikut prosesnya. "Kita akan mengajukan penangguhan penahanan, pertama penjamin adalah pihak keluarga dan warga," terangnya.

Bentuk jaminan dari warga Desa Lebak Jabung tersebut dengan membubuhkan tanda tangan. Tujuannya agar Kades Lebak Jabung non aktif untuk tidak melakukan perbuatannya lagi dan tidak melarikan diri.*(Ning).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda