Korupsi Hasil Normalisasi Sungai, Kadisperindag Kabupaten Mojokerto Dijebloskan Penjara - Line News Today

Rabu, 05 Agustus 2020

Korupsi Hasil Normalisasi Sungai, Kadisperindag Kabupaten Mojokerto Dijebloskan Penjara

Kadisperindag Kabupaten Mojokerto, Didik Pancaning Argo saat Digiring ke Mobil Tahanan

Line News Today (Mojokerto): Tersangka kasus normalisasi sungai di Kabupaten Mojokerto, Didik Pancaning Argo ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto setelah menjalani pemeriksaan selama lima jam. Penahanan tersangka setelah berkas perkara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto ini dilimpahkan Polda Jatim. 

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Mojokerto, Rahmat Hidayat mengatakan, pihaknya menerima berkas perkara dari penyidik Polda Jawa Timur, Rabu (5/8/2020). "Hari ini ada tahap II dari penyidik Polda terkait kasus Dinas Pengairan atas nama Didik PA yang sekarang menjabat sebagai Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto," ungkapnya. 


Kadisperindag Kabupaten Mojokerto, Didik Pancaning Argo,Saat Jalani Pemeriksaan



"Ini dari keterangan dua orang saksi yang mengirim batu tersebut, kedua saksi menerima bayaran sebesar Rp500 juta lebih dan Rp400 juta lebih. Padahal untuk pengelolaan normalisasi merupakan kewenangan dari Kementrian PUPR. Hasil audit dari perbuatan tersangka ada kerugian negara sebesar Rp1.030.135.995," katanya. 

Kasi Pidsus yang baru menjabat satu hari ini menjelaskan, perbuatan tersangka dilakukan pada tahun 2016-2017 di Sungai Landaian dan Sungai Jurang Cetot di Kecamatan Jatirejo dan Gondang, Kabupaten Mojokerto. 

Tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perbuatan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perbuatan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.*(Ning).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda