Alami Era Bonus Demografi, Jatim Bisa Tuai Manfaat - Line News Today

Rabu, 28 Oktober 2020

Alami Era Bonus Demografi, Jatim Bisa Tuai Manfaat

Joedha Hadhi saat memberikan paparan.

LN News Today (Mojokerto) – Pada 2020 ini, Jawa Timur mengalami era dimana penduduk Jawa Timur yang berusia produktif lebih besar, yakni antara usia 15 hingga 64 tahun sebanyak 69,7 persen. Era ini juga disebut sebagai era bonus demografi.

"Ini bisa menjadi manfaat, namun bisa juga menjadi masalah," ujar Didik Chusnul Yakin, Asisisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekdakab Mojokerto, dalam sosialisasi program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk wartawan, Selasa (27/10).

Sejumlah kalangan menyebut, bonus demografi merupakan fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan. Ini karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedangkan proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak.

"Jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan menjadi masalah. Terutama fokus di pendidikan dan kesehatan. KKBPK program sangat strategis untuk mewujudkan keluarga berkwalitas. Seperti juga Kampung KB karena sudah terbukti tepat dan luar biasa program KB di Kabupaten Mojokerto," tandasnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto juga ini mengapresiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (P2KBP2) Kabupaten Mojokerto dengan Kampung KB nya. Dibuktikan menurunnya angka kelahiran total 2 persen dengan peserta KB sebanyak 123,18 persen. 

"Dalam PP juga disebutkan delapan fungsi keluarga meliputi, fungsi keagamaan, fungsi social budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan," ujarnya.

Menurutnya, saat ini dalam pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto tengah menjalankan empat hal. Yakni Penanganan kesehatan, protokol kesehatan, pemulihan ekonomi, jaringan pengaman sosial dan keamanan dan ketertiban. (Ning/Jne).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda