Grand Piano Sjuman-Renanda SR1928 Pecahkan Rekor Muri di Bumi Mojopahit - Line News Today

Senin, 05 Oktober 2020

Grand Piano Sjuman-Renanda SR1928 Pecahkan Rekor Muri di Bumi Mojopahit

Grand Piano Sjuman-Renanda Pecahkan Rekor Muri di Candi Bajangratu

Line News Today (Mojokerto) - Candi Bajangratu, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi saksi dipecahnya rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Piano berdimensi 310x210x110 cm ini dinobatkan sebagai piano terbesar pertama yang dibuat oleh tangan anak Indonesia.

Rekor tersebut diserahkan Senior Manajer MURI Sri Widayati kepada Presiden Direktur PT Saniharto Enggalhardjo, Harsono Enggalhardjo. PT Saniharto merupakan perusahaan furniture yang membuat piano Sjuman-Renanda SR1928 The Awakening. Penyerahan rekor juga disaksikan secara daring Ketum MURI Jaya Suprana.

Pemecahan rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di serahkan dan dilaksanakan di Candi Bajangratu, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (3/10/2020).

Sri Widayati (44) Senior Manager MURI mengatakan karya spektakuler ini diusulkan sebagai piano terbesar di Indonesia. Terlebih piano ini 100 persen karya anak bangsa.

"Usulan awal itu sebagai piano terbesar di Indonesia dengan kategori rekor Indonesia. Namun seperti tadi dikatakan Ketua Umum MURI Bapak Jaya Suprana, karya spektakuler ini baru pertama dibuat di Indonesia. Sehingga beliau mengukuhkan rekor tersebut sebagai grand piano pertama buatan Indonesia. Jadi, dikategorikan sebagai rekor dunia. Di MURI tercatat sebagai rekor ke 9.664," terangny Sabtu (3/10/2020).

Dia menyebut, Sjuman-Renanda SR1928 The Awakening Concert Grand Piano ini mencatat sejarah rekor MURI nomor 9.664 denganpanjang 310 sentimeter, lebar 210 sentimeter dan tinggi sentimeter."Belum pernah ada rekor piano terbesar sehingga ini yang pertama buatan Indonesia oleh PT.Saniharjo Enggalharjo," jelasnya.


Menurut dia, piano ini sudah masuk semua kategori MURI meliputi 4 kriteria utama yaitu Ter paling, pertama, unik dan langka."Grand piano ini sudah masuk semua kategori yang sudah ditentukan MURI. Belum pernah ada rekor piano terbesar sebelumnya. Sehingga ini yang pertama kali buatan Indonesia," ungkap Widayati.

Piano Sjuman-Renanda SR1928 The Awakening dibuat dengan standar internasional. Selain itu, Piano ini menggunakan kayu eboni atau kayu hitam Sulawesi. Karena kayu eboni mempunyai keindahan, kekuatan dan kestabilan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Saniharto Enggalhardjo, Harsono Enggalhardjo mengatakan, latar belakang pembuatan Grand piano ini  berawal dari bertemunya Ananda Sukarlan dan Aksan Sjuman lantaran belum ada piano buatan asli produk Indonesia.  Dia bermodal tekad dan kerja keras akhirnya merancang pembuatan Grand Piano pada 2018. 

Untuk membuat piano Sjuman-Renanda SR1928 The Awakening, pihaknya bekerjasama dengan musisi Aksan Sjuman sebagai ahli suara dan arsitek Raul Renanda sebagai desainernya. Oleh sebab itu, piano ini dinamai SR1928. SR merupakan nama pembuat piano tersebut, Sjuman dan Renanda. Sedangkan angka 1928 diambil dari tahun Sumpah Pemuda.

"Pembuatan piano ini satu tahun kurang untuk membuat desainnya, produksinya satu tahun lebih. Totalnya dua tahun lebih sedikit. Harga jual Grand piano ini senilai Rp.2,5 miliar,"jelasnya.

Kata dia, piano Sjuman-Renanda SR1928 The Awakening sudah dites oleh sejumlah pianis kelas dunia. Menurut dia, piano ini dinilai bagus, enak dan mudah diaminkan, serta menghasilkan suara yang setara dengan piano terbaik di dunia. 

Tidak hanya itu, piano SR1928 The Awakening juga dimainkan dalam Konser Tur Nasional 2020 bertajuk Rapsodia Nusantara dan Kejayaan Nusantara. Piano tersebut dimainkan komponis sekaligus pianis Ananda Sukarlan di Candi Bajangratu. Konser di situs purbakala peninggalan Majapahit kali ini mengambil tema The Birth Of Nusantara atau Kelahiran Nusantara.

"Kami berharap konser Grand Piano SR1928 The Awakening dapat membawa nama Indonesia bersaing dengan piano ternama dunia. Kami memilih lokasi Trowulan karena banyak yang tidak tahu. Kami ingin candi-candi yang sangat indah di Trowulan bisa mendunia. Selanjutnya akan kita gelar di Candi Ende, Jambi dan Manokwari," pungkasnya.*(Dew).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda