Ikrar Netralitas ASN, Bupati Mojokerto Minta Pilkada Kondusif - Line News Today

Senin, 26 Oktober 2020

Ikrar Netralitas ASN, Bupati Mojokerto Minta Pilkada Kondusif

 
Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo memimpin pengucapan ikrar netralitas ASN.

LN News Today (Mojokerto) - Dalam rangka menyambut pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Mojokerto yang akan berlangsung 9 Desember mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar apel terkait netralitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkup wilayah kerjanya. 

Apel ikrar bersama netralitas aparatur sipil negara (ASN) pada pilkada serentak tahun 2020 di lingkup kantor Bupati Mojokerto ini berlangsung pada Senin, (26/10) pagi di halaman kantor Bupati Mojokerto. 

Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo dalam sambutannya menegaskan, dengan perilaku netral ASN, secara tidak langsung hal tersebut salah satu bentuk partisipasi ASN untuk menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkada Mojokerto 2020.

“Saya tidak akan menjelaskan soal netralitas, anda sudah dewasa pasti semua sudah mengerti. Kita menjaga netralitas, artinya sama saja kita turut menjaga tingkat kondusifitas pelaksanaan pilkda di wilayah kita. Semoga pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin yang amanah,” tegasnya.

Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Komisi Aparatur Sipil Negara, dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 05 tahun 2020, Nomor 800-2836 tahun 2020, Nomor 16777/KEP/2020, Nomor 6/SKB/KASN/9/20, Nomor 0314 tentang Pedoman Pengawasan Netralitas PNS (ASN).

Pelaksanaan Apel Ikrar Netralitas ASN Pemkab Mojokerto

Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo dalam sambutannya menegaskan, dengan perilaku netral ASN, secara tidak langsung hal tersebut salah satu bentuk partisipasi ASN untuk menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkada Mojokerto 2020.

“Saya tidak akan menjelaskan soal netralitas, anda sudah dewasa pasti semua sudah mengerti. Kita menjaga netralitas, artinya sama saja kita turut menjaga tingkat kondusifitas pelaksanaan pilkda di wilayah kita. Semoga pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin yang amanah,” tegasnya.

Himawan menambahkan, setiap pemimpin baru yang nantinya akan menjabat sebagai kepala daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto harus dibantu menjalankan roda pemerintahan.

“Siapapun pemimpin kita, mereka itu tidak akan lebih dari 10 tahun bersama kita. Itu sebabnya, kita semua ini yang akan hidup bersama. Saya ulang, kita ini tidak hanya bekerja sama, tapi kita hidup bersama,” kata Himawan.

Himawan berharap, seluruh ASN di lingkup Pemkab Mojokerto mampu mematuhi aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam undang-undang dan peraturan yang ada dari pusat. (Jne).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda