Terjaring Rapid Test Masal, 8 Warga Luar Kota Mojokerto Reaktif - Line News Today

Rabu, 28 Oktober 2020

Terjaring Rapid Test Masal, 8 Warga Luar Kota Mojokerto Reaktif

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi saat mennjau pelaksanaan rapid test masal

LN News Today (Mojokerto) – Gelar rapid test masal di delapan titik gerbang masuk wilayah Kota Mojokerto, sedikitnya 8 warga luar Kota Mojokerto terdeteksi reaktif. Kegiatan rapid test masal ini merupakan rangkaian dari pengamanan antisipasi libur panjang maupun Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (28/10) pagi.

"Sudah ditemukan adanya sebanyak delapan orang yang reaktif, dari delapan titik tersebut," ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, usai menilik rapid tes di Terminal Kertajaya, Rabu (28/10).

AKBP Deddy menjelaskan, jika warga yang memiliki hasil rapid tes reaktif akan dilakukan karantina di Balai Diklat Kota Mojokerto di Jalan Raya Kedundung, Kecamatan Magersari.

Saat ini yang terjaring berasal dari luar Kota Mojokerto, yakni Sidoarjo, Jombang, Kudus, Surabaya, bahkan Kabupaten Mojokerto.

"Kalau anak-anak tidak ada tadi, semuanya dewasa. Usai rapid tes, kemudian kita komunikasi dengan petugas medis untuk dilakukan isolasi sesuai dengan hasil rapat Forkopimda di balai diklat selama tiga hari," katanya.

Perwira polisi dengan pangkat dua melati emas di pundaknya itu menjelaskan, pelaksanaan kegiatan pengamanan antisipasi libur panjang maupun Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan pintu masuk Kota Mojokerto sudah dilakukan sesuai instruksi dari Mendagri.

Sehingga, penegakan Perda Nomor 2 Tahun 2000 Perda Jawa Timur tersebut diberlakukan, dengan tujuan untuk memberikan sanksi kepada orang-orang ataupun masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

Adapun delapan titik rapid test masal kali ini, yakni Jalan Empunala di depan SD Kedundung, Jalan Pahlawan di depan Hotel Surya, Jalan Gajah Mada di depan GOR, Jalan Surodinawan Lapangan Raden Wijaya, Perbatasan Penarip, di depan Kantor PMI, Stasiun Mojokerto, dan Terminal Kertajaya.

"Ini terdapat delapan titik yang dilakukan kegiatan pengamanan, termasuk stasiun maupun terminal dengan sasaran masyarakat yang melaksanakan liburan panjang. Baik dari luar kota maupun yang dari Mojokerto ke luar kota," imbuhnya, 

Tidak sendiri, Deddy menambahkan rapid tes masal di delapan titik ini juga melibatkan personil Polresta Mojokerto, Kodim 0815/CPYJ, Satpol PP Kota Mojokerto, Dishub Provinsi, dan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto. 

"Antisipasi untuk mengetahui perkembangan kesehatan warga luar kota, dan semuanya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang terjadi. Kita lakukan sampai dengan pada hari Minggu, 1 Oktober nanti," tandasnya.

Sementara, Jamhari Novianto (19) salah satu warga Kudus yang akan masuk ke Kota Mojokerto saat berada di Terminal Kertajaya memiliki hasil reaktif usai dilakukan Tim Medis Kota Mojokerto sekitar pukul 10.00 WIB.

"Ya karena dari Kudus ke Kota Mojokerto kerja, saya kuli bangunan biasanya ke Surabaya. Tapi ini dapat kerjaan di Mojokerto," kata Jauhari.

Ia mengaku, baru pertama kalinya melakukan rapid tes selama pandemi Covid-19. Kendati reaktif, dirinya pasrah saja kepada pemerintah daerah setempat."Ini disuruh nunggu, katanya ada ambulance yang datang. Kalau dikarantina belum tahu, pasrah aja ikut aturan yang ada sayanya," pungkasnya. (Din/Jne).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda