Akhir 2020, Disparpora Kabupaten Mojokerto Optimistis Capai PAD 100 Persen - Line News Today

Senin, 23 November 2020

Akhir 2020, Disparpora Kabupaten Mojokerto Optimistis Capai PAD 100 Persen

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo

LN News Today (Mojokerto) – Menjelang akhir 2020, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto optimistis mampu memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata. Pasalnya, pada November 2020, Disparpora Kabupaten Mojokerto telah berhasil mencapai target PAD di angka 86 persen. Pihaknya bakal mengkebut 14 persen kekurangannya di waktu yang tersisa.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo menjelaskan, tahun 2020 ini, pihaknya terkena recofusing anggaran untuk penanganan Covid-19, sehingga target PAD dari sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto menjadi Rp 5,8 miliyar. "Saat ini sudah 86 persen," katanya, Senin (23/11).

Dari jumlah tersebut, lanjut Amat, ada kekurangan sebesar 14 persen atau sekitar Rp 800 juta. Pihaknya yakin, menjelang akhir tahun 2020 ini kekurangan tersebut bisa tercapai maksimal. Hal tersebut mengingat sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Mojokerto sudah mulai dibuka kembali.

"Kurang Rp 800 juta, saya yakin bisa menutup. Karena akhir pekan saat ini, banyak wisatawan dari luar kota yang berkunjung ke Mojokerto seperti ke Pacet maupun Trawas. Karena di masa pandemi banyak masyarakat perkotaan justru datang berlibur ke hutan seperti ke air panas maupun Air Terjun Dlundung," ujarnya. 

Mantan Camat Gondang menambahkan, selama pandemi yang melanda sejak Maret lalu cukup berdampak terhadap sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Mojokerto. Target PAD yang berhasil dicapai senilai Rp 5,8 miliyar  tersebut merupakan dari 12 tempat wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.

"Iya, cukup berdampak namun alhamdulillah sekarang sudah buka meski menerapkan protokol kesehatan. Karena sebelum buka, kita pastikan APD, tempat cuci tangan dan bilik disinfektan maupun termo gun sudah ada. Bahkan di wisata yang dikelola swasta, kita juga berikan bantuan," bebernya.

Sebelum Pemkab Mojokerto mengizinkan tempat wisata buka, Amat menegaskan, ada tim evaluasi yang berkeliling memastikan tempat wisata sudah layak untuk dibuka. Jika tempat wisata tersebut sudah mengantongi sertifikat layak buka maka tempat wisata tersebut diperbolehkan untuk dibuka kembali. 

"Semua bertujuan agar masyarakat yang akan mengunjungi Kabupaten Mojokerto merasa nyaman dan aman. Kita tetap menghimbau kepada masyarakat yang berlibur agar selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun yang sudah disiapkan di tempat-tempat wisata yang sudah kami sediakan," katanya. 

Menurutnya, tempat wisata di Kabupaten Mojokerto merupakan wisata yang sehat nyaman aman bagi para pengunjung. Di setiap tempat wisata, lanjut Amat, ada petugas yang berkeliling memberikan himbauan-himbauan pada para pengunjung agar selalu mematuhi protokol kesehatan. 

"Ada petugas khusus yang membawa speaker keliling untuk mengingatkan kepada pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan, ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan mencegah cluster di tempat wisata," punkasnya. (Ning/Jne).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda