Miliki Potensi Besar, Disparpora Kabupaten Mojokerto Bakal Kembangkan Wisata Pendakian - Line News Today

Senin, 23 November 2020

Miliki Potensi Besar, Disparpora Kabupaten Mojokerto Bakal Kembangkan Wisata Pendakian

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo

LN News Today (Mojokerto) – Wilayah Kabupaten Mojokerto merupakan wilayah pegunungan, sehingga memiliki banyak jalur pendakian baik resmi maupun tidak resmi. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto menilai kondisi tersebut memiliki potensi besar sebagai wisata pendakian, sehingga wisata trekking bakal dikembangkan.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan, pada saat pandemi seperti saat ini di Kabupaten Mojokerto sedang ramai wisata pendakian. "Sekarang lagi ngetren adalah wisata trekking. Itu kebanyakan anak-anak sekarang ini yang disebut milenial. Sangat ramai sekali," katanya, Senin (23/11).

Amat menjelaskan, di wilayah Kabupaten Mojokerto bagian selatan, ada pegunungan mulai wilayah Kecamatan Jatirejo, Gondang, Pacet, Trawas hingga Kecamatan Ngoro di sisi timur. Saat ini, di wilayah-wilayah tersebut sudah mulai menjamur jalur-jalur pendakian.

"Mulai Bukit Jengger di Jatirejo, Bukit Semar, Gunung Butak, Puthuk Kencur di Gondang, Puthuk Sewur, Gunung Pundak dan Puthuk Gragal di Pacet. Watu Gubuk di Trawas, banyak sekali jalur pendakian. Itu sepanjang lereng Welirang dan Pegunungan Anjasmoro, belum yang di sisi Trawas dan Ngoro," ungkapnya.

Amat menambahkan, Disparpora akan bekerja sama dengan pihak Perhutani dan Taman Hutan Rakyat (Tahura) untuk membuka jalur pendakian secara resmi. Pasalnya, banyak yang belum dibuka secara resmi namun sudah banyak masyarakat yang datang. Seperti Bukit Jengger di Kecamatan Jatirejo.

"Banyak yang belum dibuka secara resmi tapi banyak yang ke sana jadi keduluan viral. Jika sudah dibuka jalur pendakian secara resmi, otomatis akan ada posko tiket, jalur evakuasi, ada tim SAR. Kita akan bekerja sama dengan pihak ketiga, dengan relawan-relawan. Saat ini dalam pemetaan jalur," terangnya.

Banyaknya jalur pendakaian tersebut membuat Disparpora Kabupaten Mojokerto masih memetakan jalur pendakian manakah yang dinilai menjadi jalur favorit para pendaki. Jalur-jalur yang bisa dibilang favorit itu bakal diprioritasakan digarap lebih awal. Namun belum adanya izin dari pihak Tahura dan Perhutani karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), karena Tahura dan Perhutani sendiri juga punya jalur pendakian.

"Sehingga ini belum tergarap dengan baik. Masyarakat setempat akan dilibatkan agar bisa memanfaatkan wisata dengan buka usaha ekonomi kreatif, makanan, kuliner dan lain sebagainya. Kita juga akan melibatkan Pokdarwis, kita juga kemarin memberikan pelatihan kepada Pokdarwis," tuturnya.

Sehingga di tahun 2021, pihaknya akan mengembangkan wisata tracking dengan pemetaan yang sudah dilakukan di tahun 2020 ini. Tahun 2021, wisata yang dikelola Pemkab Mojokerto akan ditambah dengan spot -spot baru untuk menarik jumlah pengunjung ke Kabupaten Mojokerto.

"Ada 12 tempat wisata yang dikelola Pemkab Mojokerto, semua mendapatkan biaya pemeliharaan. Tahun 2021, kita ditarget PAD sebesar Rp14,5 milyar. Untuk tahun ini karena ada recofusing, target kita menjadi Rp5,8 milyar. Saat ini sudah tercapai 86 persen, kurang Rp800 juta. Insya Allah tercapai sampai akhir tahun nanti," tukasnya. (Ning/Jne).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda