Nikmatnya Sambel Wader Khas Trowulan, Dilengkapi Pemandangan Situs Purbakala - Line News Today

Kamis, 26 November 2020

Nikmatnya Sambel Wader Khas Trowulan, Dilengkapi Pemandangan Situs Purbakala

Sambel Wader khas Trowulan, Kabupaten Mojokerto

LN News Today (Mojokerto) – Tidak hanya dikenal dengan Ibu Kota Kerajaan Majapahit pada zamannya dulu dan banyaknya situs-situs peninggalan purbakala yang ada, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto juga dikenal kuliner khasnya, yakni Sambel Wader. Meski ikan wadernya tidak diambil dari situs Kolam Segaran, namun di tepi Kolam Segaran telah menjamur warung yang menyajikan menu ini.

Salah satunya adalah Warung Sambel Wader Cak Mat. Lokasinya yang berada tepat menghadap Kolam Segaran menjadikan warung ini yang paling banyak dikunjungi pelanggan. Sambel wader ini memiliki rasa yang khas dan resep bumbu yang berbeda. Kekuatan rasanya ada pada sambel yang pedas dan segar. Sambel yang disajikan juga sambal segar, sambel yang baru dibuat ketika ada pesanan.

Sambelnya sendiri terbuat dari perpaduan bumbu dapur, diantaranya cabai, tomat, bawang merah, putih dan jeruk nipis yang dihaluskan dalam satu cobek kecil dengan kondisi masih segar tanpa digoreng. Bumbu sambel mentah itu membuat rasa pedasnya kian mantap saat dipadukan dengan renyahnya ikan wader yang digoreng kering. 

Ikan-ikan kecil seukuran jari kelingking itu ditaburkan di atas sambel yang telah dihaluskan di cobek. Sebagai lalapan, ada irisan ketimun, daun kemangi dan kubis. Namun karena langka, tak jarang menu ikan wader cepat habis karena banyak dipilih pelanggan yang datang. Tapi ada pilihan ikan lainnya. Seperti ayam, bebek, lele, belut, gurami, bawal dan aneka pepes.

Mariana (34), salah satu pengunjung mengaku, lagi iseng-iseng wisata kuliner ke Trowulan. "Saya ke sini sama teman saya. Saya tadi pilih menu sambel wader, khasnya Warung Wader Cak Mat. Rasanya luar biasa, enak sekali. Pedesnya itu pas banget," ungkapnya, Kamis (26/11) siang.

Warga asal Jombang itu menambahkan, ia sengaja memilih menu sambel wader dibanding menu lainnya. Menurutnya, samber wader di Warung Wader Cak Mat paling terkenal dan warungnya paling besar dari warung lainnya. Sehingga cocok menjadi pilihan wisata kuliner bareng keluarga besar.

Customer saat menyantap sambel wader Trowulan

Terpisah, pemilik warung, Siti menjelaskan, warungnya yang berdiri di dekat lokasi Kolam Segaran banyak terdapat ikan wader. "Kan dekat Kolam Segaran, dikira wader dari Kolam Segaran. Di Kolam Segaran ada ikannya tapi jenisnya macam-macam. Orang berdatangan kesini pada hanya, 'Nggak jualan wader ta bu?," ujarnya.

Padahal, ikan wader yang memiliki bentuk kecil tersebut berasal dari sungai. Sementara orang sekitar banyak yang mencari ikan di sungai yakni ikan wader sehingga ikan wader menjadi lauk warga khususnya di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Setelah banyak yang mencari, akhirnya ia berjualan sambel wader.

"Saya jualan sambel wader sejak tahun 1992 lalu, anak saya masih kecil-kecil. Sehari tidak tentu, lihat petaninya. Kalau petaninya ambil ikan 25 kg sampai 30 kg tapi ya itu yang dijual. Tapi masih ada pilihan ikan lain kalau wader habis, ada ikan belut, ada ayam. Memang wader, belut dan udang goreng yang menjadi andalan di sini," jelasnya.

Selain ikan wader yang susah di cari, ikan belut juga jarang karena belut hidupnya di sawah sehingga dua ikan ini yang banyak di cari pelanggan. Untuk melayani para pelanggan, ia di bantu enam karyawan tetap. Namun saat warungnya ramai di akhir pekan atau libur panjang, ia akan menambah jumlah karyawan.

"Kalau pelanggan, kadang ramai, kadang sepi jadi tidak bisa dihitung berapa porsi tiap harinya. Rata-rata ya, 25 kg sampai 30 kg beras. Untuk ikan wader tergantung dari petani, bisa sampai 30 kg tapi kadang juga pernah hanya 5 kg. Karena dapatnya dari sungai sedikit. Kadang juga sehari, tidak ada menu sambel wader karena tidak ada," urainya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 juga membuat pendapatannya turun. Di awal wabah Covid-19 menyerang, dalam sehari hanya dapat Rp600 ribu sampai Rp700 ribu. Namun saat ini, jumlah pelanggan yang datang ke warungnya sudah mulai ramai sehingga dalam seminggu omzet yang dihasilkan antara Rp25 juta sampai Rp30 juta. Satu porsinya Rp15 ribu. (Ning/Jne).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda