Peringati Hari Pahlawan dan Ulang Tahun Majapahit, Sanggar Bagaskara Adakan Pegelaran Seni - Line News Today

Rabu, 11 November 2020

Peringati Hari Pahlawan dan Ulang Tahun Majapahit, Sanggar Bagaskara Adakan Pegelaran Seni

Suasana pagelaran seni Majapahit Reborn di Sanggar Bagaskara, Mojokerto

LN News Today (Mojokerto) - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2020 dan Hari Ulang Tahun Majapahit ke 727, Sanggar Bagaskara adakan pagelaran seni Majapahit Reborn, Selasa (10/11) malam. Pagelaran seni tersebut berlangsung di halaman Sekretariat Sanggar Bagaskara, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. 

Warga sekitar dan anggota Sanggar Bagaskara tampak berkumpul dan menyaksikan pagelaran seni yang diawali dengan penampilan Karawitan Gending Udan Mas. Pemain gamelan kali ini tak hanya didomimasi kaum laki-laki, para ibu-ibu pun turut sebagai penabuh alat musik tersebut. 

Usai dilantunkannya tembang Gending Udan Mas, tampak seorang gadis kecil yang mengenakan jarik membawa secarik kertas tampil membawakan sebuah puisi dengan judul Wilwatikta. Sebelum masuk acara inti, penonton kembali dihibur dengan Karawitas Gending Gugur Gunung dan Geguritan berjudul Titi Wanci yang dibacakan oleh Sekar. 

Diiringi Gending Kebo Giro, acara inti pun dimulai. Gending yang khusus diperdengarkan saat upacara pernikahan ini pun dilanjutkan dengan Tari Bedoyo Majapahit. Acara pagelaran ini pun diakhiri dengan teatrikal puisi dan Gending Ibu Pertiwi. 

Ketua Sanggar Bagaskara, Supriyadi mengatakan, acara tersebut rutin digelar Sanggar Bagaskara setiap tanggal 10 November. "Setiap 10 November, kita mengadakan dua acara sekaligus. Yakni dalam rangka Hari Pahlawan 10 November dan Hari Ulang Tahun Majapahit tanggal 12 November," katanya. 

Pemain Karawitan Sanggat Bagaskara Mojokerto

Sanggar Bagaskara mengambil dua momen tersebut agar bisa terangkat semua dan dihadirkan di tanggal 10 November. Yakni dengan menghadirkan segala kegiatan berbau tradisi dan nasionalisme. Keduanya diangkat karena mengandung pesan titipan budaya yakni bagaimana mencintai budaya setempat dalam hal ini Majapahit. 

"Kalau bahasa gaulnya Majapahit Reborn. Karena ada berbagai seni tradisi, ada teatrikal, macapat, geguritan yang berbasis kebudayaan tradisi. Harapan kami dari Sanggar Bagaskara, ini sebagai pemicu desa-desa yang lain yang mana Trowulan sebagai kawasan cagar budaya dan kawasan strategis pariwisata," ujarnya. 

Acara tersebut diharapkan bisa sebagai motor penggerak dan bisa dicontoh desa-desa yang lain di Kabupaten Mojokerto sebagai salah satu bentuk kegiatan uri-uri budaya. Laki-laki yang akrab dipanggil Supri ini menambahkan, jika kegiatan semacam ini bergerak sendiri maka akan sulit untuk mengembangkan pariwisata. Ditambah saat ini, serbuan dari budaya asing dinilai sangat luar biasa. 

"Sehingga kita berharap, boleh kita jadi generasi milineal tapi jangan lupa kita juga uri-uri atau melestarikan budaya leluhur kepada generasi milineal," pungkasnya. (Ning/Jne).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda