UPRC Gajah Mada Polresta Mojokerto Dikerhakan Guna Amankan Gangguan Kamtibmas di TPS - Line News Today

Kamis, 03 Desember 2020

UPRC Gajah Mada Polresta Mojokerto Dikerhakan Guna Amankan Gangguan Kamtibmas di TPS

 
Evakuasi korban aksi anarkis massa di TPS

LN News Today (Mojokerto) - Unit Patroli Reaksi Cepat (UPRC) Gajah Mada Polresta Mojokerto dikerahkan menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) 16 di Desa Kelud, Kecamatan Semeru. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti reaksi massa akibat protes saat proses penghitungan suara.

Salah satu saksi pasangan calon (paslon) melakukan protes saat proses penghitungan suara di TPS 16 di Desa Kelud, Kecamatan Semeru. Berawal adu mulut, hal itu membuat massa yang berada di luar TPS melakukan tindakan anarkis dengan melempari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Pada saat pelaksanaan penghitungan hasil suara terdapat salah satu saksi paslon yang protes terhadap KPPS karena dianggap terlalu cepat dalam pembacaannya sehingga terjadi adu mulut. Meski penghitungan suara dilanjutkan, namun tak lama, salah satu saksi paslon kembali melayangkan protes.

Protes dengan anggapan suara yang disampaikan oleh KPPS tidak sah dan saksi beranggapan bahwa surat suara tersebut sah. Akhirnya kembali terjadi adu mulut hingga mendorong petugas KPPS. Aksi protes tersebut memunculkan reaksi massa yang ada di luar TPS.

Simulasi pengamanan TPS

Massa pun sontak melempar kotak kue, botol air mineral ke petugas KPPS. Bahkan kursi hendak dilempar namun bisa dicegah. Aksi massa tak bisa dihindari, hingga akhirnya salah satu petugas KPPS memanggil linmas untuk dilerai akan tetapi masih ngotot akhirnya linmas menghubungi UPRC Gajah Mada Polresta Mojokerto untuk mengamankan saksi yang dimaksud. 

Setelah personil didatangkan dan Ketua KPPS menjelaskan sehingga saksi akhirnya bisa menerima sehingga proses penghitungan suara pun bisa dilanjutkan. Setelah selesai proses penghitungan suara dilanjutkan dengan rekapitulasi hasil penghitungan suara dan seluruh surat suara serta hasil rekapitulasi dimasukkan dalam kontak sendiri-sendiri.

Aksi protes hingga aksi anarkis ini hanya terjadi dalam Simulasi Pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020. Polresta Mojokerto menggelar simulasi untuk memastikan para personil terutamanya baik personil Polri, TNI maupun linmas telah siap dan mengetahui bagaimana prosedur dan tata cara pencoblosan yang saat ini di masa pandemi.

Dalam simulasi tersebut, juga ditunjukan bagaimana sinergitas antara penyelenggara pemilu, tenaga medis dan TNI/Polri saat mendapati salah satu pemilih pingsan di TPS. Dengan menggenakan baju hazmat lengkap, pemilih dievakuasi ke ambulance untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. (Ning/Jne).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda