Melihat Kerajinan Miniatur Kapal di Mojokerto di Tengah Pandemi Covid-19 - Line News Today

Senin, 08 Februari 2021

Melihat Kerajinan Miniatur Kapal di Mojokerto di Tengah Pandemi Covid-19

Pengrajin miniatur kapal pesiar


LN News Today(Mojokerto)
- Pandemi Covid-19, berdampak pada kerajinan miniatur kapal milik Sunali (42) warga Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Tujuh bulan tanpa pesanan akibat pandemi Covid-19, kini ia mulai menerima pesanan meski tak seramai sebelum pandemi.

Suami dari Anik Zulaikah (42) ini mengawali kerajinan miniatur kapal ikut orang. Setelah menikah, di tahun 1998 ia kemudian memberanikan diri menerima pesanan sendiri di rumah mertuanya di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Dengan modal awal hanya Rp500 ribu

Di awal bisnisnya, sebanyak 15 sampai 20 buah miniatur kapal ia kirim ke Surabaya hingga akhirnya ia bisa membeli sebuah rumah di Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Rumah inilah dijadikan bengkel pembuatan miniatur kapal miliknya. 

Dengan melibatkan sang istri dan enam orang karyawan, ia memenuhi pesanan mulai dari Surabaya, Jogjakarta, Tangerang, Bandung, Jakarta dan Makasar. Dalam sebulan, sebanyak 100 buah miniatur kapal mulai dari ukuran terkecil 18 cm hingga 2 meter mampu ia buat. 


Bapak dua anak ini, pernah sekali kirim ke Makasar sampai 300 buah miniatur kapal. Pemasaran miniatur kapal pinisi dengan ukuran 18 cm banyak diminati pasar Makasar. Ia menggunakan kayu jenis mahoni sebagai bahan dasar karena lebih gampang dibentuk dan seratnya halus dan tidak keras sehingga gampang dibentuk. 

"Yang paling banyak diminati kapal pinisi ukuran 18 cm. Kalau lama pembuatan tergantung tingkat kesulitan, pinisi 18 cm satu hari bisa selesai. Untuk harga mulai Rp40 ribu sampai Rp3 juta, untuk jenis kapal, ada Pinisi, Dewa Ruci, Bima Suci," ungkapnya, Senin (8/2/2021). 

Namun akibatnya pandemi Covid-19, omzet kerajinan miniatur kapal miliknya satu bulan hanya Rp1 juta. Padahal sebelum pandemi, dalam satu bulan bisa sampai Rp30 juta. Meski begitu, ia mengaku cukup bersyukur karena sudah mulai ada pesanan dibanding awal pandemi Covid-19.*(Ning/er). 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda