Terungkap, Pelaku Habisi Korban Wanita Terapis Usai Digoyang - Line News Today

Jumat, 19 Februari 2021

Terungkap, Pelaku Habisi Korban Wanita Terapis Usai Digoyang

pengakuan Pelaku Pembunuhan Wanita Terapis 


LN News Today(Mojokerto)
- Terungkap, Seorang perempuan terapis yang tewas terbunuh di panti pijat, jalan raya Mlirip, Keccamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, pada 04 Januari 2021 saat posisi menungging

Perempuan itu dibunuh oleh seorang laki-laki berinisial MI (25) asal Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang setelah keduanya melakukan hubungan sexs di panti pijat Berkah. Pelaku tega membunuh korban karena tidak mempunyai uang untuk membayar hubungan sexs sebesar Rp. 300 ribu. 

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi mengungkapkan, ditempat pijat tersebut memang ditawarkan berhubungan seks setelah pijat. Namun pada waktu itu pelaku dengan sengaja tidak membawa uang datang dan pembunuhannya sudah direncanakan dari rumah.

“Setelah hubungan badan, terjadi penusukan oleh pelaku dengan menggunakan bendo (golok). Korban dibunuh saat posisi menungging," Ungkap Kapolresta Mojokerto, Jum'at (19/02/2021). 


Akibatnya Korban mengalami luka tusuk dibagian punggung sebanyak dua kali dan leher sebelah kiri 1 kali. luka tusuk sedalam 14 sentimeter, sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. 

Selain korban A, ditempat tersebut juga ada korban lain berinisial T yang mengalami luka pada bagian leher. Namun T masih selamat. 

Setelah membunuh A dan melukai T, tersangka kabur dengan sepeda motor tanpa busana. Pada saat kabur sekira jarak 500 meter kearah timur pelaku berhenti sejenak mengunak celana. Namun, yang dibawah pelaku adalah celana milik korban.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Laila Rohmawati menyampaikan, pelaku terburu-terburu sehingga salah membawa celana. Dibekang pabrik Ajinomoto ia berhenti untuk memakai celana. Kemudian, 100 meter lagi berhenti lagi untuk memakai jaket.

“Waktu kabur pelaku kabur warga ada yang melihat dan sempat mengejar, tapi kehilangan jejak,” ujarnya.

Untuk pelarian pelaku, Laila bercerita, MI menggadaikan sepedanya kepada rekannya senilai Rp 1 Juta untuk digunakan kabur. Rencana awal ia ingin ke Palembang, katena disana ada saudara dari ibunya. Namun, sesampainnya di Jakarta ia merasa bekal uang Rp. 1 juta yang dibawah tidak cukup dan tidak memiliki saudara di Jakarta.


“Akhirnya dia pulang lagi ke rumah kakak perempuanya di jombang,” terangnya. 

Tiba dirumah kakaknya, pelaku menyampaikan kepada kakaknya atas masalah yang menimpanya. Kemudian, oleh kakaknya disampaikan kepada ayah tersangka.

“Ayah tersangka menjemputnya pulang. Akhirnya tersangka diarahkan untuk dititipkan ke teman kecil ibunya yang sedang bekerja di Magetan. Dia (MI) diantar bersama satu keluarganya ke terminal Madiun,” terang Laila.

Sesampainya di terminal madiun,teman ibunya menjemput dan membonceng dengan meggunakan sepada motor menuju rumah yang ada di Magetan.

Pada 18 Februari 2021 anggota satreskrim Lokres Mojokerto berhasil menangkap MA di sebuah rumah teman ibunya di Magetan. Pada saat ditangkap, MI dihadiahi timah panas dikedua kakinya. 

Akibat perbuatannya, ia dikenakan pasal 340 KUHP, barangsiapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain yang direncanakan terlebih dahulu, diancam hukaman pidana mati atau seumur hidup atau selama 20 tahun. 

"Selain itu, tersangka juga dikenakan pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang mengkibatkan luka berat. Hak itu karena MI juga melukai korban lain berinisil T (42) yang belakang diketahui tukang masak. Namun korban T berhasil selamat dalam peristiwa berdarah tersebut. T mengalami luka pada bagian leher akibat disebet dengan golok," tutupnya.*(Er). 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda