Wali Kota Mojokerto Umumkan, 1 Maret 2021 Pembelajaran Tatap Muka SD dan SMP - Line News Today

Selasa, 23 Februari 2021

Wali Kota Mojokerto Umumkan, 1 Maret 2021 Pembelajaran Tatap Muka SD dan SMP

Walikota Mojokerto, Ika puspitasari saat gelar Konferensi pers 


LN News Today(Mojokerto)
- Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengumpulkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada, 1 Maret 2021 mendatang. PTM terbatas untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, terjadi penurunan angka Covid-19 di Kota Mojokerto yang cukup signifikan. "Kondisi semakin membaik dengan diterapkannya PPKN mulai tanggal 9 Februari 2021. Saat ini, Kota Mojokerto berada di zona kuning dan sebagian hijau," ungkapnya, di Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Senin (22/2/2021). 

Selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Mojokerto, Wali Kota memutuskan untuk memberlakukan kembali sistem pembelajaran secara tatap muka di tingkat SD dan SMP. Pembelajaran secara tatap muka di Kota Mojokerto akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2021 berdasarkan Surat Persetujuan Wali Kota atas surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 420/301/471.501/2021 tanggal 16 Februari 2021.

"Serta SKB 4 Menteri Nomor 04/KB/2020 Nomor 737 Tahun 2020 Nomor : K.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020. Namun, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas dan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Ada 5 syarat yang menjadi ketentuan wajib dalam PTM terbatas," katanya. 


Yakni kapasitas peserta didik maksimal 50 persen, penggunaan masker tiga lapis selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, cuci tangan dengan sabun dan air sebelum memasuki dan setelah keluar kelas. Menerapkan aktifitas dengan menjaga jarak minimal 1.5 meter dan menerapkan etika batuk dan bersin. 

"Untuk siswa dengan kondisi yang kurang sehat dan mengalami gejala batuk atau pilek maka akan disarankan untuk sementara tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka sampai kondisinya sehat kembali. Kami juga akan memastikan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan di satuan pendidikan sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk menerapkan protokol kesehatan," tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan, jumlah siswa yang akan mengikuti PTM di Kota Mojokerto sebanyak 20.676 siswa. "Jumlah siswa SD sebanyak 12.314 siswa dan SMP sebanyak 8.362 siswa," tambahnya.*(Ning). 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda