Kembali Ditetapkan Tersangka, Berkas Tahap II Mantan Bupati Mojokerto MKP Dilimpahkan ke Kejaksaan - Line News Today

Rabu, 23 Juni 2021

Kembali Ditetapkan Tersangka, Berkas Tahap II Mantan Bupati Mojokerto MKP Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka MKP saat bersama Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Mojokerto dan penyidik di Lapas Kelas I Surabaya. [Foto: istimewa]


LN News Today(Mojokerto)
- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto menerima berkas perkara tahap II mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP). Mantan Bupati Mojokerto dua periode ini terjerat bulan kasus normalisasi sungai di dua kecamatan di Kabupaten Mojokerto. 

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Kusumayuda mengatakan, Kejari Kabupaten Mojokerto menerima berkas perkara tahap II dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Timur.

"Tersangka, pada tahun 2016 menjabat sebagai Bupati Mojokerto menyuruh Kepala Dinas Pengairan (Didik Pancaning Argo yang sudah ditahan sebelumnya, red) untuk melakukan normalisasi Sungai Landaian dan Jurang Cetot yang merupakan aliran Sungai Brantas," ungkapnya, Rabu (23/6/2021).

Normalisasi tersebut tanpa meminta izin ke pemerintah pusat. Sementara kedua sungai di dua kecamatan tersebut berada dalam kewenangan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur terdapat kerugian negara sebesar Rp1.030.135.995.


Tersangka diduga melakukan perbuatan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah dirubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. 

"Hasil audit tanggal 30 Oktober 2019 terdapat kerugian negara sebesar Rp1.030.135.995. Untuk Pasal 2 ancamannya minimal 4 tahun, maksimal 7 tahun dan Pasal 3 minimal 1 tahun, maksimal 20 tahun. Tidak dilakukan penahanan karena tersangka saat ini menjalani hukuman pidana atas perkara gratifikasi proyek tower Pemkab Mojokerto di Lapas Porong, Sidoarjo," jelasnya. 

Sebelumnya, tersangka kasus normalisasi sungai di dua kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Didik Pancaning Argo ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto pada, Rabu (5/8/2020). Penahanan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto setelah Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menetapkan tersangka pada bulan Januari 2020.*(Ning).

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda