Nama Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Dicatut Untuk Penipuan - Line News Today

Selasa, 22 Juni 2021

Nama Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Dicatut Untuk Penipuan

Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya RA Basoeni


LN News Today(Mojokerto)
- Nama Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto dicatut dalam aksi penipuan. Kasus tersebut terkuak setelah salah satu korbannya mengkonfirmasi terkait aksi pelaku ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto. 

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Indra Subrata mengatakan, salah satu korban mengkonfirmasi terkait aksi yang dilakukan pelaku. "Jum'at tanggal 18 Juni 2021 kemarin, ada oknum melalui saluran HP menelpon salah satu Kepala Sekolah di Kabupaten Mojokerto," ungkapnya, Selasa (22/6/2021).

Oknum tersebut mengatasnamakan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Gaos Wicaksono. Oknum yang menggunakan nomor telepon 0821-1110-7845 tersebut meminta sejumlah uang yang mana uang tersebut diperintah oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati.

"Pihak Dinas Pendidikan menghubungi saya terkait kebenarannya, apakah betul nomor HP tersebut milik bapak Gaos Wicaksono (Kajari Kabupaten Mojokerto, red). Untungnya para pihak yang dihubungi oleh oknum tersebut tidak diindahkan dan langsung mengkonfirmasi kebenarannya sehingga tidak timbul kerugian," katanya. 

Namun ada satu korban yang mengaku sudah memenuhi permintaan oknum tersebut. Korban mentransfer uang senilai Rp25 juta ke nomor rekening 1300018843816 Bank Mandiri  atas nama Teguh Heri sesuai permintaan pelaku. 

Namun korban memblokir sehingga pelaku belum menerima uang transferan dari korban tersebut. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto melalui Kasi Intel menghimbau dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten. 

"Kami menghimbau untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi telepon dari orang yang tak dikenal. Jika ada yang telepon dengan modus seperti ini, agar segera berkoordinasi dengan pihak kejaksaan maupun kepolisian sehingga tidak menjadi korban penipuan oknum tidak bertanggungjawab," katanya.*(Ning) 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda