Rugikan Negara Rp845 juta, Kasi Pemerintah Desa Sumberwuluh Ditahan Polresta Mojokerto - Line News Today

Sabtu, 07 Agustus 2021

Rugikan Negara Rp845 juta, Kasi Pemerintah Desa Sumberwuluh Ditahan Polresta Mojokerto

Tersangka Suryawati (53) dibawa ke tahanan Polsek Prajurit Kulon. 

LN News Today(Mojokerto) - Satreskrim Polresta Mojokerto menahan Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Suryawati. Perempuan 53 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) tahun 2017-2018.

Dari hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN), ditemukan kerugian negara sebesar Rp845 juta dari program tersebut. Selama hampir sembilan jam pemeriksaan di ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Mojokerto, tersangka akhirnya dibawa tahanan khusus perempuan di Mapolsek Prajurit Kulon. 

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, Iptu Hari Siswanto mengatakan, dalam PNPM-MPd Bidang Simpan Pinjam Perempuan (SPP) pada Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tersebut, Desa Sumberwuluh mendapatkan realisasi pinjaman dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) sebesar Rp1.347.500.000. 

"Dana tersebut bersumber pada APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tahun 2014. Modusnya setelah pencairan dana bergulir dari UPK Kecamatan Dawarblandong pada ketua dan anggota masing-masing kelompok PKK, tersangka melakukan penarikan kembali terhadap dana tersebut," katanya. 

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, IPTU Hari Siswanto


Tersangka yang merupakan Kasi Pemerintahan yang juga Koordinator Kelompok PKK. Uang penarikan sebesar Rp870 juta tersebut diberikan kepada Riyantono yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Sumberwuluh. Sementara uang senilai Rp94 juta untuk tersangka. Sebagian uang tersebut dikembalikan oleh tersangka. 

"Karena sebelum sudah ada deal-dealan dengan Kepala Desa. Pada saat jatuh tempo pengembalian pinjaman masing-masing Kelompok PKK terjadi gagal bayar karena uang yang digunakan keduanya belum bisa dilakukan pengembalian. Akibat perbuatan keduanya, hasil audit PKKN, negara mengalami kerugian sebesar Rp845.502.500," jelasnya. 

Dari pengakuan tersangka, masih kata mantan Kasat Narkoba Polresta Mojokerto ini, tersangka tidak menikmati. Namun yang menikmati adalah tersangka Riyantono. Kasat menjelaskan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Riyantono dan mengakui perbuatannya tersebut.

"Untuk tersangka R menjadi narapidana di Lapas Klas IIB Mojokerto dalam kasus Dana Desa sebesar Rp274.053.584. Dari pengakuan narapidana yang merupakan Kepala Desa Sumberwuluh periode 2013-2019, uang hasil korupsi dana bergulir tersebut digunakan untuk judi. Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus ini," tegasnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. Keduanya mempunyai hubungan saudara, Suryawanti merupakan kakak dari Riyantono.*(Ning). 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda