Wayang Jogja Night Carnival, Puncak HUT ke 265 Kota Yogjakarta Memadukan Konsep Hybrid - Line News Today

Jumat, 08 Oktober 2021

Wayang Jogja Night Carnival, Puncak HUT ke 265 Kota Yogjakarta Memadukan Konsep Hybrid

Penampilan Wayang Jogja dalam Night Carnival (WJNC)

LN News Today(Yogjakarta) - Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) merupakan acara tahunan dan sudah berjalan selama 6 tahun. Acara ini merupakan puncak rangkaian acara dari HUT Kota Jogja yang ke 265. WJNC adalah karnaval jalanan (Art on the street) yang menggabungkan dengan tokoh dan lakon pewayangan. 

Penampilan ini melibatkan seni koreografi, busana, serta musik kontemporer. Acara ini selalu sukses menjadi agenda tahunan yang ditunggu oleh masyarakat maupun wisatawan di Jogja. Selain itu, secara resmi tahun ini WJNC sudah menjadi Calendar Of Event (COE) nasional.

"Sebagai bentuk komitmen kami sebagai penyelenggara WJNC sekaligus terhadap terlaksanaanya sesuai protokol kesehatan, penayangan virtual WJNC akan dilakukan melalui live streaming YouTube pada tanggal 07 Oktober pukul 19.00 WIB melalui channel YouTube : Pemkot Jogja dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogjakarta, Wahyu Hendratmoko.

Melalui live streaming masyarakat tetap bisa menikmati gelaran WJNC dari rumah tanpa melanggar protokol kesehatan. Diharapkan penayangan WJNC secara virtual ini tidak mengurangi nilai dan esensi pertunjukan. Sesuai dengan semangat HUT Kota Jogja kali ini Tanggap, Tanggon, Tuwuh, live streaming melalui YouTube diharapkan menjadi salah satu pengaplikasian semangat kami dalam berkarya dan berkreasi.

"Konsep acara pada tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Apabila pada tahun sebelumnya peserta pawai yang bergerak, tahun ini justru penontonnya yang akan berpawai untuk menyaksikan WJNC 2021. Penonton akan berkeliling dari Panggung A sampai dengan Panggung B dengan menggunakan Kendaraan Hias. Memadukan konsep bauran antara luring dan daring (hybrid), dengan main venue digunakan sebagai Master Control," jelasnya. 

Para penampil terdiri dari 14 Kemantren akan tampil di 4 area yaitu area Indraprasta (bercerita tentang para Kesatria-Romance), Pancawati (bercerita tentang kerajaan kera – Tragedi); Astina (bercerita tentang Kerajaan Jin – Komedi) dan Khayangan (bercerita tentang para dewa – Romance). Pementasan WJNC kali ini mengambil tema Semar Boyong.

"Lakon ini dipilih karena melanjutkan tema WJNC #5 yang bertemakan Babat Alas Mertani, dalam WJNC #6 kali ini akan mengambil tema recovery. Judul yang sesuai dengan tema tersebut adalah Semar Boyong, yang juga merupakan cerita pewayangan carangan HB VII. Tema ini diambil sebagai bentuk upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Kota Yogyakarta untuk setahap demi setahap memperbaiki keadaan selama pandemi berlangsung sejak tahun 2020," jelasnya.


Seperti dalam penyelenggaran WJNC #5 tahun kemarin kali ini WJNC #6 tetap menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan pada Wayang Jogja Night Carnival juga akan dilaksanakan sesuai dengan regulasi tentang protokol kesehatan pada penyelenggaraan event. Diantaranya pengecekan suhu pada pengisi acara, tamu dan penyelenggara

Meminimalisir jumlah kerumunan pada kegiatan dengan bekerja sama dengan Kepolisian, Satpol PP dan Kemantren setempat.

"Membatasi jumlah pergerakan orang di dalam venue. Membuat mapping pergerakan orang di kawasan venue utama. Menyediakan sarana protokol kesehatan pada tiap venue. Swab antigen untuk semua penampil maupun panitia yang bertugas. Wajib vaksin minimal dosis 1 untuk semua penampil maupun panitia yang bertugas

Tracing jumlah pengunjung di masing-masing venue dengan menggunakan barcode/ID Card," urainya.

Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyediakan sarpras kedaruratan kesehatan, bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk penjagaan lalu lintas

Bekerjasama dengan Satpol PP dan Kepolisian untuk ketertiban dan Keamanan venue. Dengan penayangan secara luring dan daring (hybrid) serta pemilihan lakon, kami berharap WJNC tahun ini dapat menjadi tontonan bagi Masyarakat Indonesia, Khususnya Masyarakat Kota Jogja. 

"Kami juga berharap WJNC tahun ini juga bisa menginspirasi insan kreatif untuk tetap berkarya tanpa mengabaikan Protokol Kesehatan. WJNC kali ini juga tetap menggandeng seniman lokal seperti Nadaskara, Alit Jabangbayi, Sinden Elisa, dan masih banyak lagi lainnya," jelasnya. 

Puncak acara yang digelar di Stadion Mandala Krida tersebut turut hadir, Wali Kota Yogjakarta, Haryadi Suyuti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Gubenur DIY, Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo.*(Ning). 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda