Doa Bersama untuk Novia Widyasari Rahayu Digelar PC PMII di Refleksi Peringatan Hari HAM - Line News Today

Jumat, 10 Desember 2021

Doa Bersama untuk Novia Widyasari Rahayu Digelar PC PMII di Refleksi Peringatan Hari HAM

Aksi PC PMII Kabupaten Mojokerto di depan Kantor Pemkab Mojokerto. [Foto : ist]


LN News Today(Mojokerto) - Puluhan mahasiswa yang tergabung Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) menggelar menggelar doa bersama untuk Novia Widyasari Rahayu di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Doa bersama digelar dalam rangka refleksi peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM).

Novia merupakan warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang ditemukan meninggal bunuh diri di samping pusara makam ayahnya pada, Kamis (2/12/2021) pekan lalu. Dari hasil penyelidikan awal, korban ditemukan meninggal Kamis sore setelah menenggak racun tersebut karena derpesi. 

Gadis 23 tahun tersebut yang merupakan mahasiswa semester 10 Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu universitas negeri di Malang melakukan aksi bunuh diri karena telah diperkosa oleh seorang laki-laki di mobil hingga hamil. Laki-laki yang tak lain pacar korban dan ibu dari laki-laki tersebut menyuruh korban menggugurkan kandungannya.

Pacar korban merupakan anggota Polres Pasuruan berpangkat Bripda Randy Bagus. Polda Jatim bekerja sama dengan Polres Mojokerto dan Polres Pasuruan mengamankan pacar korban. Bripda Randy secara internal kepolisian dijerat Perkap Nomor 14 Tahun 2021 Pasal 7 dan 11 tentang Kode Etik. Sementara secara pidana hukum, pacar korban dijerat Pasal 348 jo 55. 

Massa aksi PC PMII Mojokerto membawa banner dan pamflet yang bertuliskan, 'Mengenang 7 harinya Novia Widyasari Rahayu', 'PMII Mojokerto tanggap darurat kekerasan seksual', 'Save Novia WR human support human, '# Sahkan RUU PPJS !', '# Aksi Solidaritas', '# PC PMII Mojokerto', 'Yang melahirkan peradaban tidak boleh dilecehkan'.


'# SaveNoviaWidyasari', '# Sahkan RUU TPKS', 'Gak papa make upku luntur asal bukan keadilan yang luntur. Massa menggelar teatrikal mengambarkan tentang korban yang menjadi korban kekerasan seksual. Massa disambut langsung Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mojokerto, Nugroho Budi Sulistiya.

"Saya mengapresiasi kegiatan adik-adik semua untuk melatih karakter agar peduli terhadap lingkungan sosial dan menghormati sesama umat manusia. Masih banyak problem sosial di tengah masyarakat, salah satunya kemiskinan. Jadi kita masih punya PR untuk mengentaskan kemiskinan. Jika punya aspirasi, bisa dikoordinasikan dengan kita," ungkapnya, Kamis (9/12/2021). 

Sementara itu, Ketua PC PMII Mojokerto, Ahmat Rofi'i mengatakan, pihaknya berharap agar pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). "RUU TPKS sebagai pelindung bagi para wanita. Perempuan adalah makhluk yang harus kita lindungi dan kita jaga hak asasinya. Kita tetap menjaga kebersamaan agar keharmonisan tetap terjaga," tegasnya.*(Ning). 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda